PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Manusia adalah makhluk sosial yang setiap saat menggunakan komunikasi di bebagai hal dalam kehidupan sehari. Komunikasi
atau Communication berasal dari bahasa Latin Communis yang
memiliki arti yaitu sama. Menurut Keith Davis komunikasi adalah proses penyampaian
suatu informasi serta pengertiannya dari seseorang ke orang yang lain. Sedangkan
menurut Lasswell, dalam komunikasi akan ada komunikator, audien, media, pesan,
dan dampak dari pesan. Jadi dapat disimpulkan dari pengertian tersebut bahwa
komunikasi adalah proses penyampaian berupa pesan atau informasi dari sebuah
sumber (komunikator) kepada penerima (audien) yang menggunakan sebuah media karena adanya kesamaan dalam peyampaian ataupun penerimaan pesan sehingga menghasilkan dampak dari pesan tersebut. Terdapat dua bentuk komunikasi yaitu :
1. Intrapersonal Communication (komunikasi diri sendiri)
adalah proses penyampaian informasi dan perngetian terhadap diri sendiri.
2. Interpersonal Communication (komunikasi antar pribadi) adalah proses penyampaian informasi dan perngetian antar dua orang atau lebih dalam sebuah kelompok.
3. Organization Communication(komunikasi
antar kelompok) adalah dimana pembicara memberi informasi ke orang yang banyak
dalam suatu kelompok dengan cara yang sistematis.
Tidak hanya bentuk komunikasi, ada juga terdapat jenis - jenis yang sering di pergunakan dalam berkomunikasi yang terbagi seperti :
A. Menurut cara penyampaian
~ Komunikasi lisan berupa percakapan
di telepon, dll
~ Komunikasi tertulis berupa
surat, poster, naskah, dll
B. Menurut kelangsungan
~ Komunikasi langsung berupa
dialog, konsultasi, dll
~ Komunikasi tidak langsung
berupa chatting / sms, dll
C. Menurut perilaku
~ Komunikasi formal berupa
seminar, rapat, konferensi, dll
~ Komunikasi informal berupa
percakapan sehari – hari
~ Komunikasi nonformal
berupa komunikasi tentang tugas dalam organisasi
D. Aliran informasi
~ Komunikasi satu arah
~ Komunikasi dua arah
~ Komunikasi ke atas
~ Komunikasi ke bawah
~ Komunikasi ke samping
Di dalam bidang perencanaan
wilayah dan kota, bentuk komunikasi harus mempunyai sifat informatif yang persuasif
agar penyampaian komunikasi ke audien menjadi lebih jelas serta masyarakat menjadi lebih tertarik tentang perencanaan yang di buat oleh seorang planner kedepannya.
Bentuk komunikasi perencanaan berupa peta, dll. Peta adalah sebuah alat yang penyampaian informasi berupa bentuk permukaan bumi ataupun ciri
suatu daerah yang di lihat dari atas dan juga memiliki skala tertentu. Sebuah peta
sangat penting dalam bidang perencanaan wilayah dan kota dimana berfungsi
sebagai media komunikasi yang membantu pekerjaan seorang planner untuk
menentukan juga mempertimbangkan aspek – aspek yang terdapat di lingkungan tersebut sehinga mampu merencanakan
wilayah secara sistematis dan matang. Macam – macam peta dibagikan menjadi :
a. Berdasarkan sifat
~ Peta topografi adalah peta
yang menggambarkan rupa bumi meliputi gunung, sungai, garis pantai ,dll yang
memiliki ketinggian yang sama yang disatukan sehingga membentuk garis - garis
kontur.
~ Peta tematik adalah peta
yang disajikan untuk keperluan tertentu seperti resiko bencana, ekosistem,
daerah aliran sungai, dll.
b. Berdasarkan Bentuk
~ Peta garis adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi dimana berupa garis dan titik tertentu dalam suatu
kenampakan bumi yang dihasilkan dari pengukuran yang di ambil di lapangan.
~ Peta foto adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi yang dibuat melalui foto udara.
c. Berdasarkan Skala
~ Skala besar
Skala dengan area yang kecil cakupannya dimana memiliki
Skala 1 : 5.000 – 250.000 contohnya
RDTR, siteplan, dll.
~ Skala sedang
Skala dengan area yang sedang serta dimana memiliki
Skala di antara 1 : 250.000 – 500.000 contohnya RTRW Kabupaten.
~ Skala kecil
Skala dengan area yang lebih luas dimana memiliki Skala di
antara 1 : 500.000 -1.000.000 contohnya RTRW nasional , dll.
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Manusia adalah makhluk sosial yang setiap saat menggunakan komunikasi di bebagai hal dalam kehidupan sehari. Komunikasi
atau Communication berasal dari bahasa Latin Communis yang
memiliki arti yaitu sama. Menurut Keith Davis komunikasi adalah proses penyampaian
suatu informasi serta pengertiannya dari seseorang ke orang yang lain. Sedangkan
menurut Lasswell, dalam komunikasi akan ada komunikator, audien, media, pesan,
dan dampak dari pesan. Jadi dapat disimpulkan dari pengertian tersebut bahwa
komunikasi adalah proses penyampaian berupa pesan atau informasi dari sebuah
sumber (komunikator) kepada penerima (audien) yang menggunakan sebuah media karena adanya kesamaan dalam peyampaian ataupun penerimaan pesan sehingga menghasilkan dampak dari pesan tersebut. Terdapat dua bentuk komunikasi yaitu :
1. Intrapersonal Communication (komunikasi diri sendiri)
adalah proses penyampaian informasi dan perngetian terhadap diri sendiri.
2. Interpersonal Communication (komunikasi antar pribadi) adalah proses penyampaian informasi dan perngetian antar dua orang atau lebih dalam sebuah kelompok.
3. Organization Communication(komunikasi
antar kelompok) adalah dimana pembicara memberi informasi ke orang yang banyak
dalam suatu kelompok dengan cara yang sistematis.
Tidak hanya bentuk komunikasi, ada juga terdapat jenis - jenis yang sering di pergunakan dalam berkomunikasi yang terbagi seperti :
A. Menurut cara penyampaian
~ Komunikasi lisan berupa percakapan
di telepon, dll
~ Komunikasi tertulis berupa
surat, poster, naskah, dll
B. Menurut kelangsungan
~ Komunikasi langsung berupa
dialog, konsultasi, dll
~ Komunikasi tidak langsung
berupa chatting / sms, dll
C. Menurut perilaku
~ Komunikasi formal berupa
seminar, rapat, konferensi, dll
~ Komunikasi informal berupa
percakapan sehari – hari
~ Komunikasi nonformal
berupa komunikasi tentang tugas dalam organisasi
D. Aliran informasi
~ Komunikasi satu arah
~ Komunikasi dua arah
~ Komunikasi ke atas
~ Komunikasi ke bawah
~ Komunikasi ke samping
Di dalam bidang perencanaan
wilayah dan kota, bentuk komunikasi harus mempunyai sifat informatif yang persuasif
agar penyampaian komunikasi ke audien menjadi lebih jelas serta masyarakat menjadi lebih tertarik tentang perencanaan yang di buat oleh seorang planner kedepannya.
Bentuk komunikasi perencanaan berupa peta, dll. Peta adalah sebuah alat yang penyampaian informasi berupa bentuk permukaan bumi ataupun ciri
suatu daerah yang di lihat dari atas dan juga memiliki skala tertentu. Sebuah peta
sangat penting dalam bidang perencanaan wilayah dan kota dimana berfungsi
sebagai media komunikasi yang membantu pekerjaan seorang planner untuk
menentukan juga mempertimbangkan aspek – aspek yang terdapat di lingkungan tersebut sehinga mampu merencanakan
wilayah secara sistematis dan matang. Macam – macam peta dibagikan menjadi :
a. Berdasarkan sifat
~ Peta topografi adalah peta
yang menggambarkan rupa bumi meliputi gunung, sungai, garis pantai ,dll yang
memiliki ketinggian yang sama yang disatukan sehingga membentuk garis - garis
kontur.
~ Peta tematik adalah peta
yang disajikan untuk keperluan tertentu seperti resiko bencana, ekosistem,
daerah aliran sungai, dll.
b. Berdasarkan Bentuk
~ Peta garis adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi dimana berupa garis dan titik tertentu dalam suatu
kenampakan bumi yang dihasilkan dari pengukuran yang di ambil di lapangan.
~ Peta foto adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi yang dibuat melalui foto udara.
c. Berdasarkan Skala
~ Skala besar
Skala dengan area yang kecil cakupannya dimana memiliki
Skala 1 : 5.000 – 250.000 contohnya
RDTR, siteplan, dll.
~ Skala sedang
Skala dengan area yang sedang serta dimana memiliki
Skala di antara 1 : 250.000 – 500.000 contohnya RTRW Kabupaten.
~ Skala kecil
Skala dengan area yang lebih luas dimana memiliki Skala di
antara 1 : 500.000 -1.000.000 contohnya RTRW nasional , dll.
2. Interpersonal Communication (komunikasi antar pribadi) adalah proses penyampaian informasi dan perngetian antar dua orang atau lebih dalam sebuah kelompok.
Tidak hanya bentuk komunikasi, ada juga terdapat jenis - jenis yang sering di pergunakan dalam berkomunikasi yang terbagi seperti :
A. Menurut cara penyampaian
~ Komunikasi lisan berupa percakapan di telepon, dll
~ Komunikasi tertulis berupa surat, poster, naskah, dll
B. Menurut kelangsungan
~ Komunikasi langsung berupa
dialog, konsultasi, dll
~ Komunikasi tidak langsung
berupa chatting / sms, dll
C. Menurut perilaku
~ Komunikasi formal berupa
seminar, rapat, konferensi, dll
~ Komunikasi informal berupa
percakapan sehari – hari
~ Komunikasi nonformal
berupa komunikasi tentang tugas dalam organisasi
D. Aliran informasi
~ Komunikasi satu arah
~ Komunikasi dua arah
~ Komunikasi ke atas
~ Komunikasi ke bawah
~ Komunikasi ke samping
Di dalam bidang perencanaan
wilayah dan kota, bentuk komunikasi harus mempunyai sifat informatif yang persuasif
agar penyampaian komunikasi ke audien menjadi lebih jelas serta masyarakat menjadi lebih tertarik tentang perencanaan yang di buat oleh seorang planner kedepannya.
Bentuk komunikasi perencanaan berupa peta, dll. Peta adalah sebuah alat yang penyampaian informasi berupa bentuk permukaan bumi ataupun ciri
suatu daerah yang di lihat dari atas dan juga memiliki skala tertentu. Sebuah peta
sangat penting dalam bidang perencanaan wilayah dan kota dimana berfungsi
sebagai media komunikasi yang membantu pekerjaan seorang planner untuk
menentukan juga mempertimbangkan aspek – aspek yang terdapat di lingkungan tersebut sehinga mampu merencanakan
wilayah secara sistematis dan matang. Macam – macam peta dibagikan menjadi :
a. Berdasarkan sifat
~ Peta topografi adalah peta
yang menggambarkan rupa bumi meliputi gunung, sungai, garis pantai ,dll yang
memiliki ketinggian yang sama yang disatukan sehingga membentuk garis - garis
kontur.
~ Peta tematik adalah peta
yang disajikan untuk keperluan tertentu seperti resiko bencana, ekosistem,
daerah aliran sungai, dll.
~ Peta garis adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi dimana berupa garis dan titik tertentu dalam suatu
kenampakan bumi yang dihasilkan dari pengukuran yang di ambil di lapangan.
~ Peta foto adalah peta yang
menggambarkan bentuk bumi yang dibuat melalui foto udara.
~ Skala besar
Skala dengan area yang kecil cakupannya dimana memiliki
Skala 1 : 5.000 – 250.000 contohnya
RDTR, siteplan, dll.
~ Skala sedang
Skala dengan area yang sedang serta dimana memiliki
Skala di antara 1 : 250.000 – 500.000 contohnya RTRW Kabupaten.
~ Skala kecil
Skala dengan area yang lebih luas dimana memiliki Skala di
antara 1 : 500.000 -1.000.000 contohnya RTRW nasional , dll.
Agar dalam
pembacaan sebuah peta tidak terjadi kesalahan maka di dalam peta terdapat unsur
– unsur yang sangat penting untuk meminimalisir hal tersebut yaitu :
a. Judul adalah keterangan isi
dan tipe peta yang terdapat di atas bagian peta.
b. Orientasi peta adalah penunjuk arah
mata angin yang umumnya menggunakan arah utara dan terletak di bagian luar
garis peta.
c. Skala adalah perbandingan
ukuran jarak dengan keadaan aslinya.
d. Legenda adalah penggunaan
simbol – simbol terdapat dalam peta.
e. Garis koordinat adalah letak wilayah
dalam peta yang terdiri dari garis bujur dan lintang.
f. Lattering adalah tata penulisan
yang terdapat pada peta.
g. Sumber dan Tahun pembuatan adalah bagian yang terletak di
bawah kolom legenda dan di luar garis tepi.
h. Garis tepi adalah garis yang
dibuat untuk sebagai batas peta yang terdiri dari dua garis, garis luar lebih
tebal dari garis dalam.
i. Tata warna adalah masing –masing
warna memiliki makna yang berbeda seperti warna biru untuk lautan, hijau untuk dataran,dll.
j. Simbol adalah tanda yang
digunakan untuk memudahkan pemahaman dalam pembacaan objek di peta misalnya simbol titik yang di gunakan sebagai simbol ibu kota, kecamatan, dll.
Produk perencanaan wilayah dan kota yang ada di Indonesia meliputi
perencanaan spasial yang diatur dalam UU 26 tahun 2007 contohnya RTRWN (Rencana
Tata Ruang Wilayah Nasional), RTRWP (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi), RTRW
Kab / Kota, RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kota), RTBL (Rencana Tata Bangunan
Dan Lingkungan) dan untuk perencanaan non spasial terdapat dalam UU 25 tahun
2004 contohnya RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), RPJM (Rencana
Pembangunan Jangka Menengah), RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah). Perbedaan
visualisasi peda pada produk perencanaan yaitu dari visualisasi yang terdapat pada produk perencanaan ruang
lingkup yang tergambar akan semakin terperinci dan jelas data wilayahnya.
Produk
perencanaan tidak akan terealisasikan apabila belum di sebarluaskan ke khalayak
publik oleh karena itu diperlukan media informatif untuk menunjang proses
pemvisualisasian produk perencanaan wilayah dan kota. Software – software yang
digunakan yaitu :
a. Autocad
Perangkat lunak
untuk menggambar objek 2 atau 3 dimensi. Autocad hanya menggambarkan tentang
batas wilayah, kecamatan, jalan, sungai, dll
b. Sketchup
Perangkat lunak
untuk mendesign objek 3 dimensi dengan mudah
c. Arcgis
Perangkat lunak
untuk mengolah objek data geografis. Arcgis berisi tentang wilayah industri,
perdagangan, pemukiman, dll
d. Corel Draw
Perangkat lunak
untuk pengeditan design grafis
Sumber :
- Ghozali, Achmad . 2015 . Dasar – Dasar Komunikasi . Balikpapan : Institut Teknologi Kalimantan
- Ghozali, Achmad . 2015 . Dasar – Dasar Perpetaan . Balikpapan : Institut Teknologi Kalimantan
- Ghozali, Achmad . 2015 . Visualisasi Produk Perencanaan . Balikpapan : Institut Teknologi Kalimantan
- Rahayu, S, dkk . 2009 . Nuansa Geografi untuk SMA/MA XII . Jakarta : Pusat Perbukuan Nasional
- http://www.artikelsiana.com/
- https://id.wikipedia.org/wiki/
- https://mrobby.wordpress.com/tag/carl-i-hovland/
- http://www.bakosurtanal.go.id/peta-tematik/
- http://timelessplan.blogspot.co.id/
- http://www.anugerahdino.com/
.







